Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Inilah Alasan Mengapa Badminton Menjadi Tren Olahraga Masa Kini

Inilah Alasan Mengapa Badminton Menjadi Tren Olahraga Masa Kini


Tahukan kalian bahwa selain gym, Badminton telah menjadi tren kebugaran masa kini. Popularitas Badminton yang mendunia tidak perlu diragukan lagi. Jauh dari kesan kuno, Badminton merupakan olahraga yang menarik berbagai kalangan, mulai dari anak muda Generasi Z, hingga para lansia.

Banyak yang berargumen bahwa selain dapat berolahraga dengan baik, bermain Badminton juga membuat kita dapat bersenang-senang, dan bertemu orang baru. Tanpa berlama-lama lagi, langsung saja kita telusuri apa yang menjadikan Badminton sebagai olahraga favorit segala usia.


Manfaat Dari Bermain Badminton


Badminton merupakan olahraga yang sangat fleksibel. Maksudnya adalah semua orang dapat memainkannya, terlepas dari kebugaran dan usia. Kita dapat menyesuaikan sendiri, ingin latihan yang lebih atau kurang intens, sesuai dengan kebutuhan pribadi kita. Ini menjadikan Badminton dapat dinikmati di sela-sela jadwal yang sibuk.

Selain itu, bermain Badminton memberikan banyak manfaat, baik secara fisik maupun mental. Berikut adalah beberapa potensi manfaat yang menjadikan Badminton memiliki banyak peminat.




1. Meningkatkan Stamina

Jika kalian memainkan olahraga seperti Badminton, stamina kalian pasti akan meningkat. Hal ini karena aktivitas fisik yang dilakukan menantang paru-paru untuk bertahan lebih lama, yang secara tidak langsung berkontribusi pada pemeliharaan sistem kardiovaskular.

Selama permainan Badminton yang penuh semangat, detak jantung dan laju pernapasan akan meningkat, sehingga sistem paru-paru juga dapat bekerja dengan baik. Hal ini secara tidak langsung juga membuat kita melakukan aktivitas fisik dengan lebih mudah.


2. Memberikan Kekuatan Dan Daya Tahan Otot

Badminton memberikan latihan tubuh secara menyeluruh, karena saat bermain Badminton kita akan menggunakan semua kelompok otot. Meskipun yang digunakan sebagian besar otot tubuh bagian bawah, terutama otot kaki, bokong, paha, dan betis, kelompok otot lain juga ikut berperan, seperti otot perut dan tubuh bagian atas.

Seiring dengan latihan yang rutin, ini akan meningkatkan kekuatan dan daya tahan otot kita. Saat mulai pertama kali bermain, mungkin otot kita akan terasa sedikit lelah. Namun seiring berjalannya waktu, otot kita akan menjadi lebih kuat dan bisa bertahan lebih lama. Selain melatih otot, bermain Badminton juga melatih kecepatan berpikir dan refleks kita. Ini tidak hanya berguna dalam olahraga, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.


3. Meningkatkan Metabolisme

Semakin tinggi metabolisme tubuh, semakin cepat kalori terbakar. Saat kita bermain Badminton, tubuh akan membakar kalori, yang menyebabkan peningkatan kebutuhan oksigen untuk mengimbangi hilangnya energi. Hal ini menghasilkan peningkatan sirkulasi darah, yang pada akhirnya menyebabkan tingkat metabolisme menjadi lebih cepat.

Metabolisme yang lebih baik berarti kita memiliki lebih banyak energi dan merasa lebih baik. Karenanya, Badminton merupakan pilihan yang sangat baik bagi mereka yang ingin membakar lemak, menurunkan berat badan, dan menjaga kebugaran fisik.


4. Menjaga Kesehatan Jantung

Agar tubuh dapat berfungsi dengan baik, jantung yang sehat sangatlah penting. Bermain Badminton dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dan resiko penyumbatan pembuluh darah. Ini meningkatkan sirkulasi darah, sehingga memungkinkan lebih banyak darah dipompa, dan memperkuat otot-otot jantung. Ini juga dapat membantu mengurangi tekanan darah tinggi.


5. Meningkatkan Kesejahteraan Mental

Bagi kalian yang cepat stres, bermain Badminton dapat memberikan manfaat yang luar biasa loh! Pasalnya, bermain Badminton dapat memberikan dampak yang sangat positif bagi kesehatan mental seseorang. Ini mempunyai efek yang sama seperti berjalan-jalan di alam terbuka dan menghirup udara segar. Hal ini karena aktivitas fisik seperti bermain Badminton membuat kita merasa nyaman, yang berujung pada pelepasan hormon endorfin.


6. Memberi Kehidupan Sosial Yang Sehat

Karena manusia adalah makhluk sosial, memiliki aspek sosial sangat penting untuk keseimbangan hidup yang sehat. Dengan bermain Badminton, kita bisa bertemu dan berinteraksi dengan orang-orang dari berbagai lapisan masyarakat yang memiliki minat yang sama. Ini membantu kita menjadi lebih bersosialisasi.

Menjalin hubungan baru melalui olahraga kelompok merupakan pengalaman yang dapat memperkaya pikiran, tubuh, dan hati. Badminton dapat dimainkan dalam bentuk tunggal atau ganda, jadi olahraga ini adalah cara yang bagus untuk menggabungkan kebugaran dengan persahabatan.



So, jangan heran jika Badminton sangat populer dimainkan di seluruh dunia. Badminton memiliki manfaat fisik yang luar biasa, dan juga manfaat mental yang tidak boleh dilupakan. Dikelilingi oleh orang-orang dengan minat yang sama, kalian bisa belajar bagaimana mengembangkan koneksi yang lebih dalam dan meningkatkan kepercayaan diri secara keseluruhan. Tentu saja semua itu perlu melalui proses pembelajaran, tetapi begitu kalian menguasainya, itu bisa membuat ketagihan. Having fun with Badminton, guys! ^•^





8 Makanan Yang Bisa Membantu Kalian Tidur Lebih Lelap

8 Makanan Yang Bisa Membantu Kalian Tidur Lebih Lelap


Tidur adalah waktu aktif bagi tubuh untuk memulihkan diri dan melakukan pengisian ulang energi. Tidur sangat penting bagi tubuh, namun tidak sedikit orang yang mengalami gangguan kesulitan tidur. Hal ini kebanyakan disebabkan oleh gaya hidup yang tidak teratur serta stres berlebih.

Tapi jangan salah, diet juga merupakan salah satu komponen kunci kesehatan tidur. Faktanya, ada banyak penelitian tentang efek diet dan makanan tertentu terhadap kualitas tidur. Namun karena setiap orang memiliki keunikan (dalam hal metabolisme dan pencernaan), maka efek yang dihasilkan pun beragam.

Ahli gizi merekomendasikan untuk makan makanan tinggi serat yang seimbang dan konsisten, dimana sebagian besar terdiri dari sayur-sayuran, buah-buahan, polong-polongan, dan kacang-kacangan. Ini sejalan dengan Diet Mediterania yang dikaitkan dengan manfaat kesehatan jantung serta tidur yang lebih baik. Tapi bukan berarti kalian harus melakukan Diet Mediterania.

Pola makan yang dirancang secara seimbang akan mampu menyediakan sumber vitamin dan mineral esensial bagi tubuh, termasuk juga meningkatkan kualitas tidur. Langsung saja kita bahas makanan-makanan apa yang mengandung nutrisi yang terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas tidur.


Makanan-Makanan Yang Dapat Meningkatkan Kualitas Tidur


1. Kiwi

Buah kiwi mengandung banyak vitamin dan mineral, terutama vitamin C dan E, serta potasium dan folat. Ada 2 jenis varietas kiwi, yaitu varietas hijau dan emas. Tetapi kalian mungkin lebih sering menemui kiwi hijau, karena varietas ini umumnya diproduksi dalam jumlah yang lebih banyak.

Beberapa penelitian menemukan bahwa makan kiwi bisa meningkatkan kualitas tidur. Dalam sebuah penelitian, ditemukan bahwa orang yang makan dua kiwi satu jam sebelum tidur, lebih cepat tertidur, tidur lebih lama, dan memiliki kualitas tidur yang lebih baik. Tidak diketahui alasan pasti mengapa kiwi dapat membantu tidur, tetapi para peneliti percaya bahwa hal itu mungkin berhubungan dengan sifat antioksidannya, serta kandungan folat dan serotonin yang tinggi.


2. Susu Hangat

Susu hangat merupakan solusi paling umum untuk mengatasi kesulitan tidur. Minum secangkir susu hangat sebelum tidur merupakan kebiasaan yang baik, karena selain bergizi, susu juga rendah kalori. Selain itu, susu mengandung senyawa triptofan, melatonin, kalsium, magnesium, dan vitamin D yang efektif untuk mendorong tidur.

Sebuah penelitian juga menemukan bahwa minum susu malt sebelum tidur dapat mengurangi gangguan tidur. Hal ini mungkin berkaitan dengan kandungan vitamin B dan D dalam susu malt. Susu malt pada dasarnya terbuat dari gabungan susu dan bubuk yang diformulasikan (terutama mengandung gandum malt, barley malt, dan tepung terigu, bersama dengan gula serta berbagai-macam vitamin).


Ilustrasi Jus Ceri Asam

3. Ceri Asam

Seperti namanya, ceri asam memiliki rasa yang berbeda dari ceri manis. Ceri jenis ini biasa dijual utuh atau sebagai jus ceri asam. Ceri kaya akan empat senyawa pengatur tidur yang berbeda, yakni melatonin, triptofan, potasium, dan serotonin. Selain itu ceri asam juga kaya akan serat, vitamin C, dan vitamin E.

Dalam sebuah penelitian telah ditemukan manfaat meminum jus ceri untuk tidur yang lebih baik. Mereka yang mengkonsumsi jus ceri memiliki waktu tidur total lebih banyak dan efisiensi yang lebih tinggi. Hal ini mungkin berkaitan dengan fakta bahwa ceri memiliki konsentrasi melatonin di atas rata-rata. Melatonin sendiri merupakan hormon yang membantu mengatur ritme sirkadian dan meningkatkan kualitas tidur.


4. Ikan Berlemak

Ikan berlemak membantu meningkatkan kualitas tidur karena merupakan sumber vitamin D dan asam lemak Omega-3 yang baik. Kedua nutrisi ini membantu mengatur serotonin, yang bertanggung jawab untuk membentuk siklus tidur dan bangun yang tetap.

Vitamin D umumnya dianggap sebagai vitamin penambah tulang, namun sebenarnya vitamin D memiliki banyak peran dalam tubuh, termasuk mengatur tidur. Meski mekanisme pasti bagaimana vitamin D memengaruhi tidur masih belum diketahui, beberapa penelitian menunjukkan bahwa kekurangan vitamin D dikaitkan dengan durasi tidur yang lebih pendek dan peningkatan bangun di malam hari.

Beberapa makanan yang kaya vitamin D adalah salmon, sarden, jamur, kuning telur. Dalam sebuah penelitian ditemukan bahwa orang yang makan salmon tiga kali seminggu memiliki tidur yang lebih baik secara keseluruhan, dan berfungsi lebih baik di siang hari.


5. Kacang-Kacangan

Kacang-kacangan seperti almond, kenari, dan pistachio dianggap sebagai makanan yang baik untuk meningkatkan kualitas tidur. Hal ini karena kacang memiliki kandungan melatonin, serta mineral seperti magnesium dan seng yang penting untuk berbagai fungsi tubuh. Dalam sebuah uji klinis, ditemukan bahwa kombinasi melatonin, magnesium, dan seng membantu orang dewasa dengan insomnia untuk mendapatkan tidur yang lebih baik.

Kacang almond terutama memiliki kadar melatonin, magnesium, dan kalsium yang tinggi. Melatonin merupakan hormon yang membantu mengatur siklus tidur dan bangun. Sementara magnesium dan kalsium merupakan dua mineral yang dapat membantu meningkatkan relaksasi otot dan tidur. Selain itu, kacang almond memiliki kadar lemak baik yang tinggi, dan rendah gula serta lemak jenuh.


6. Bayam

Mengkonsumsi makanan kaya zat besi seperti bayam merupakan suatu keharusan untuk pertumbuhan otot dan tidur yang baik. Faktanya, kekurangan zat besi dikaitkan dengan peningkatan gangguan tidur. Namun perlu diketahui bahwa sumber zat besi non-heme (tanaman) tidak terserap sebaik bentuk hewani. Karenanya penting pula untuk mengkonsumsi produk hewani seperti daging, ikan, atau unggas untuk mendapatkan manfaat dari zat besi heme yang meningkatkan kualitas tidur.


7. Ubi

Penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi karbohidrat kompleks seperti ubi jalar dan oatmeal dapat meningkatkan kualitas tidur. Karbohidrat kompleks juga meningkatkan kadar serotonin dan mengurangi kortisol (hormon penyebab stres), sehingga menghasilkan kualitas tidur yang lebih baik.


8. Teh Chamomile

Teh chamomile terkenal akan khasiatnya yang menenangkan. Ini juga merupakan obat tradisional untuk mengatasi insomnia. Meskipun penelitian hanya menemukan bukti yang lemah bahwa teh chamomile dapat meningkatkan kualitas tidur, para peneliti berpendapat bahwa senyawa flavonoid yang terdapat dalam daun chamomile yang berperan sebagai penginduksi tidur.


Makanan Yang Harus Dihindari Untuk Tidur Yang Lebih Baik

Secara umum, ada beberapa jenis makanan dan cara memasak yang mungkin tidak bermanfaat untuk tidur yang lebih baik, diantaranya :

♦ Gorengan
♦ Potongan daging berlemak, bacon, dll
♦ Makanan tinggi gula dan makanan olahan
♦ Makanan pedas
♦ Alkohol, tembakau, dan kafein


Setelah kalian mengetahui jenis-jenis makanan yang dapat meningkatkan kualitas tidur, penting juga untuk mengetahui cara memaksimalkannya. Untuk mendapatkan manfaat potensial dari makanan-makanan tersebut, makanlah beberapa jam sebelum tidur. Hal ini juga bertujuan untuk mengurangi risiko gangguan pencernaan. Hindari pula mengkonsumsi terlalu banyak makanan yang diolah dengan cara digoreng.

Selain makanan-makanan di atas, faktor gaya hidup juga penting untuk diperhatikan. Meskipun beberapa makanan dapat membantu tidur secara umum, hal ini tidak akan efektif jika kalian memiliki kebersihan tidur yang buruk. Misalnya, jika kamar tidur kalian terlalu terang, atau jika kalian menggunakan perangkat elektronik di tempat tidur. Hal tersebut dapat menekan produksi melatonin tubuh, yang pada akhirnya meniadakan manfaat dari makanan yang dikonsumsi.




Referensi :
https://www.sleepfoundation.org
https://www.shape.com


Jenis-Jenis Vegetarian, Mulai Dari Yang Terketat

Jenis-Jenis Vegetarian, Mulai Dari Yang Terketat


Saat ini banyak orang yang beralih ke gaya hidup Vegetarian. Alasan utama dibalik pilihan mereka adalah karena manfaat kesehatan yang diberikan. Makan lebih banyak produk nabati telah dikaitkan dengan hasil kesehatan yang lebih baik, seperti mengurangi risiko tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.

Jika kalian sedang mempertimbangkan untuk beralih ke gaya hidup Vegetarian, pikirkan tentang jenis makanan apa yang ingin kalian sertakan atau hindari. Jangan takut, ada jenis Vegetarian yang tidak terlalu ketat loh! Dan untungnya, ada banyak makanan nabati yang enak. Baca terus untuk memahami berbagai jenis diet Vegetarian, mungkin saja ada yang cocok untuk kalian.


6 Jenis Diet Vegetarian Utama


1. Vegan

Pola makan Vegan sering dianggap sebagai yang paling ketat. Mereka menghindari semua produk hewani. Vegan tidak makan produk daging apapun termasuk telur, produk susu, atau makanan olahan yang mengandung bahan turunan hewani lainnya, seperti madu dan gelatin.

Meski demikian, pola makan Vegan dikaitkan dengan manfaat kesehatan yang luar biasa. Mengonsumsi makanan Vegan yang bernutrisi lengkap akan dapat membantu mengurangi risiko terkena diabetes, kanker, dan penyakit jantung.

Selain dari diet makanan, kebanyakan Vegan juga menghilangkan produk hewani dalam kehidupan sehari-hari mereka. Misalnya, mereka tidak akan memakai barang dari kulit atau bulu yang diambil dari hewan.


2. Vegetarian

Vegetarian biasa disebut juga Lacto-Ovo Vegetarian. Ini adalah jenis Vegetarian yang paling umum. Kata "lacto" berasal dari bahasa Latin yang berarti susu, sementara kata "ovo" berarti telur. Jadi, Lacto-Ovo Vegetarian digunakan untuk menggambarkan tipe Vegetarian yang mengkonsumsi telur dan produk susu.

Secara umum, seorang Vegetarian akan menghindari semua daging, dan lebih banyak mengkonsumsi sayur-sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan dan biji-bijian. Namun, mereka akan tetap mengkonsumsi telur dan produk susu. Dengan begitu, kebutuhan tubuh akan vitamin B12 dapat terpenuhi.

Banyak orang yang mencoba Vegetarian sebelum melakukan diet Vegan sepenuhnya. Karena Vegetarian mengkonsumsi sejumlah makanan berprotein tinggi seperti telur dan kacang-kacangan, ini adalah pola makan yang cukup memenuhi kebutuhan tubuh dan berkelanjutan jika kalian ingin menghilangkkan daging dari pola makan kalian.


3. Ovo-Vegetarian

Ovo-Vegetarian terkadang disebut juga eggetarian. Ovo-Vegetarian mengacu pada orang yang tidak makan daging merah atau putih, ikan, unggas, dan produk susu. Namun, mereka mengkonsumsi produk telur.

Mereka yang menjalani diet Ovo-Vegetarian mendapatkan protein dari tumbuhan, tahu, telur, dan kacang-kacangan. Mereka mungkin juga mengkonsumsi madu. Banyak orang yang tidak toleran laktosa memilih pola makan dengan cara ini.


4. Lacto-Vegetarian

Kata "lacto" berasal dari bahasa Latin yang berarti "susu". Jadi, Lacto-Vegetarian adalah orang yang terutama menerapkan pola makan nabati, dengan penambahan produk susu di dalamnya. Mereka tidak akan mengkonsumsi daging merah atau putih, ikan, unggas, dan telur, tetapi mengkonsumsi produk susu seperti keju, susu, dan yogurt.

Sementara makanan nabati seperti kacang-kacangan dan biji-bijian dapat menyediakan protein, produk susu dianggap sebagai salah satu sumber protein hewani yang paling kaya nutrisi dan dapat melengkapi pola makan nabati. Susu dan keju memberikan asupan kalsium untuk kesehatan tulang, serta banyak protein untuk membantu fungsi tubuh secara optimal.


5. Pescatarian

Kata Pescatarian (Pescetarian) digunakan untuk menyebut orang yang tidak makan semua daging hewan, kecuali ikan dan makanan laut. Beberapa Pescatarian juga memilih untuk mengkonsumsi produk susu dan telur.


Beberapa manfaat kesehatan yang dikaitkan dengan diet ini adalah :
♦ Penurunan risiko penyakit kanker tertentu.
♦ Kesehatan usus yang baik.
♦ Peningkatan kesehatan jantung.

Diet Pescatarian tergolong unik dibandingkan diet Vegetarian lainnya, karena memungkinkan cukup banyak fleksibilitas dan ruang untuk preferensi pribadi. Ini juga disebut-sebut sebagai diet yang bagus untuk mendapatkan sumber lemak sehat, seperti asam lemak Omega-3 yang terkandung dalam ikan. Asam lemak Omega-3 ini sangat bagus untuk otak, dan ini sulit didapat jika hanya makan produk nabati.

Meski demikian, beberapa ikan mungkin memiliki kadar merkuri yang lebih tinggi. Karenanya, penting untuk makan makanan laut secukupnya dan menjadikannya sebagai bagian dari pola makan seimbang.


6. Flexitarian

Flexitarian juga dikenal sebagai diet Semi-Vegetarian. Ini adalah diet Vegetarian yang fleksibel dan yang paling tidak ketat. Seperti diet Pescatarian, diet ini memungkinkan banyak fleksibilitas untuk dipersonalisasi. Mereka yang menjalankan diet ini kebanyakan makan Vegetarian, tetapi kadang-kadang makan daging, mungkin sekali atau dua kali dalam seminggu. Intinya, diet ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan kalian.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa diet ini mungkin cocok untuk orang yang suka makan daging, tetapi karena alasan kesehatan disarankan untuk makan lebih banyak produk nabati, seperti pada penderita penyakit radang usus.

Mereka yang menjalani diet ini mencoba membatasi asupan daging, dan hampir seluruhnya memiliki pola makan nabati. Tidak ada aturan pasti tentang apa yang boleh dan tidak boleh dimakan oleh para Flexitarian, karena tujuan dari diet ini pada umumnya adalah meminimalkan konsumsi daging untuk alasan kesehatan dan etika.




Referensi :
https://www.bistromd.com
https://theminimalistvegan.com


Panduan Makanan Untuk Bayi Berdasarkan Usianya

Panduan Makanan Untuk Bayi Berdasarkan Usianya


Umumnya dokter merekomendasikan pemberian ASI eksklusif bagi bayi selama 6 bulan pertama, serta pemberian ASI tambahan sampai bayi berusia 1 tahun. Merupakan alternatif yang bagus juga untuk memberikan bayi susu formula, terutama untuk orang tua yang tidak dapat atau tidak ingin menyusui.

Setelah 6 bulan, bayi akan siap untuk diperkenalkan pada makanan padat. Namun sebagian besar kalori dan nutrisi masih berasal dari ASI atau susu formula, makanan padat bisa dikatakan sebagai tambahan saja. Misalnya, beri bayi ASI di pagi hari, sebelum atau sesudah makan, dan sebelum tidur.


Kapan Waktu Bayi Mulai Bisa Diberikan Makanan Padat ?


Selama 6 bulan pertama, ASI atau susu formula adalah satu-satunya makanan yang dibutuhkan bayi. Setelah masa itu, bayi mulai bisa diberikan makanan padat. Cara terbaik untuk mengetahui apakah bayi sudah siap adalah dengan mencari tanda-tanda kesiapan makan.


Berikut adalah beberapa tanda bahwa bayi mungkin sudah siap untuk mengkonsumsi makanan padat :
♦ Mereka bisa duduk tegak, dan memiliki kontrol kepala dan leher yang baik.
♦ Mereka penasaran dan melihat segala sesuatu di sekitar mereka, terutama apa yang orang lain makan.
♦ Mereka masih tampak lapar setelah mendapat porsi susu sehari penuh.
♦ Mereka tidak mendorong makanan keluar dari mulutnya. Ini merupakan refleks alami lidah yang menghilang saat bayi berusia antara 4–6 bulan.
♦ Mereka memiliki berat badan dua kali berat lahir mereka, atau mendekati itu.

Jika sang bayi tampaknya belum siap untuk makan, tidak apa-apa, tidak perlu terburu-buru. Faktanya, lebih baik menunggu daripada memulai terlalu awal. Lebih bagus lagi jika berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mulai memberikan makanan padat pada bayi.



Makanan Yang Cocok Untuk Bayi Berdasarkan Usianya


Usia 0 hingga 4 bulan

ASI atau susu formula saja.

Usia 4 hingga 6 bulan

ASI atau susu formula.

Bagi bayi yang sudah nemiliki tanda-tanda kesiapan untuk makanan padat dapat ditambahkan :
♦ Sayuran yang dihaluskan (kacang polong, labu).
♦ Bubur buah (apel, pisang).
♦ Bubur daging (ayam, sapi).
Yogurt dalam jumlah kecil (tanpa pemanis).
♦ Sereal semi-cair yang diperkaya zat besi (pilih sereal yang terbuat dari gandum).

Tingkat zat besi pada bayi turun setelah lahir, dan mencapai titik terendah sekitar usia 9 bulan. Itu sebabnya sereal yang diperkaya zat besi merupakan makanan awal yang ideal. Campurkan 1 sendok teh sereal gandum dengan 4 hingga 5 sendok teh ASI atau susu formula. Setelah bayi terbiasa menelan sereal encer, kentalkan dengan menggunakan lebih sedikit ASI dan lebih banyak sereal.


Usia 6 hingga 8 bulan

♦ ASI atau susu formula.
♦ Buah yang dihaluskan atau disaring (pisang, apel, pir, alpukat).
♦ Sayuran yang dihaluskan atau disaring (wortel, labu, ubi jalar).
♦ Daging yang dihaluskan (ayam, sapi)
♦ Tahu yang dihaluskan.
Yogurt dalam jumlah kecil (tanpa pemanis).
♦ Kacang-kacangan yang dihaluskan (kacang polong, buncis, kacang merah).
♦ Sereal yang diperkaya zat besi (gandum).


Usia 8 hingga 12 bulan

♦ ASI atau susu formula.
♦ Buah yang dihaluskan atau dipotong kecil (pisang, pir, alpukat).
♦ Sayuran lunak ukuran kecil (wortel, labu, kentang, ubi jalar).
Yogurt tanpa pemanis atau keju lembut yang dipasteurisasi.
♦ Makanan kaya protein (potongan kecil daging, unggas, ikan tanpa tulang, tahu, kacang polong, kacang merah).
♦ Sereal yang diperkaya zat besi dan biji-bijian lainnya.

Ilustrasi Pinterest.com

Bagaimana Cara Memperkenalkan Makanan Padat Pada Bayi ?


Saat waktunya tepat, bayi mulai bisa diberikan sereal yang diperkaya zat besi. Mulailah dengan 1 atau 2 sendok makan sereal yang dicampur dengan ASI, susu formula, atau air. Beri makan bayi dengan sendok bayi kecil. Jangan menambahkan sereal atau makanan lain ke dalam botol susu, karena dapat menyebabkan kenaikan berat badan yang terlalu banyak.

Saat bayi terbiasa makan sereal, perkenalkan makanan lain, seperti kacang-kacangan, buah-buahan, sayuran, bubur daging, atau yogurt. Cobalah makanan satu per satu, dan tunggu beberapa hari sebelum mencoba makanan baru lainnya, ini untuk memastikan bayi tidak mengalami reaksi alergi. Berkonsultasilah dengan dokter jika khawatir bayi memiliki alergi makanan, terutama jika ada anggota keluarga dekat yang memiliki alergi makanan, atau kondisi yang berhubungan dengan alergi, seperti asma.


Hal-Hal Lain Yang Harus Diperhatikan


Makan makanan padat untuk pertama kalinya merupakan pengalaman baru bagi bayi. Namun, ada beberapa makanan yang tidak aman untuk bayi. Saat mulai memberi bayi makanan padat, hindari:

♦ Makanan dengan tambahan gula dan pemanis tanpa kalori. Termasuk juga madu, tidak direkomendasikan untuk bayi di bawah usia 1 tahun, karena dapat menyebabkan botulisme.
♦ Makanan tinggi natrium.
♦ Susu sapi atau minuman kedelai biasa. Berikan ASI dan susu formula saja sebagai minuman utama sampai bayi berusia 1 tahun.
♦ Jus, yogurt, atau keju yang tidak dipasteurisasi.

Waspadai Alergi

Jika ada yang memiliki riwayat alergi makanan dalam keluarga, berikan bayi hanya satu makanan baru pada satu waktu, dan tunggu tiga atau empat hari sebelum mencoba yang lain untuk mempermudah menemukan alergi yang mungkin ada. Awasi tanda-tanda reaksi alergi atau intoleransi, seperti ruam, gatal-gatal, kesulitan bernapas, muntah, diare, atau darah di tinja. Segera hubungi dokter jika salah satu dari gejala ini muncul.



Semoga artikel ini dapat beemanfaat bagi kalian yang mencari informasi seputar panduan makanan untuk bayi, khususnya sebelum tahun pertama. Sebaiknya diskusikan rencana untuk memberikan makanan padat pada bayi dengan dokter sebelum memulai.

Namun, perlu diingat! Tidak ada pedoman pasti tentang jumlah yang harus dimakan bayi, semuanya tergantung pada isyarat lapar dan nafsu makan mereka. Semua bayi berbeda, jadi pada awalnya, kalian harus bereksperimen untuk menemukan apa yang paling cocok untuk bayi. Tentunya dengan memberikan beragam rasa dan tekstur makanan yang berbeda sejak dini, akan membantu mencegah rasa pilih-pilih di kemudian hari. Jangan lupa juga untuk melakukan pemeriksaan kesehatan yang direkomendasikan untuk bayi. Hal ini penting untuk membantu melacak apakah berat badan bayi bertambah dengan wajar.




Referensi :
https://kidshealth.org
https://www.babycenter.com


Asal Mula Olimpiade Dan Perkembangannya

Asal Mula Olimpiade Dan Perkembangannya


Pertandingan Olimpiade sebagai ajang olahraga Internasional, termasuk salah satu kompetisi olahraga yang terkemuka di dunia. Tahukan kalian bahwa Olimpiade berasal dari masa Yunani Kuno? Olimpiade sempat terhenti loh, tapi kemudian dilanjutkan dengan versi yang lebih moderen, dan menjadi sebuah tradisi yang terus berlanjut hingga saat ini. Baca terus artikel ini untuk mengetahui lebih lanjut tentang asal usul Olimpiade, hingga perkembangannya.


Asal Usul Olimpiade

Meski tidak jelas kapan pastinya, pertandingan Olimpiade berasal dari sebuah Kontes Atletik pada masa Yunani Kuno. Pada akhir abad ke-6 SM, ada sekitar empat festival olahraga Yunani, yang kadang-kadang disebut "Permainan Klasik". Yang pertama adalah Pertandingan Olimpiade yang diadakan di Olympia, lalu Pythian Games di Delphi, Nemea Games di Nemea, dan Isthmian Games.

Dari semua pertandingan yang diadakan di seluruh Yunani, Olimpiade lah yang paling terkenal. Olimpiade menempati tempat yang sangat penting dalam sejarah Yunani. Seperti hampir semua pertandingan di Yunani, Olimpiade merupakan bagian intrinsik dari festival keagamaan untuk menghormati dewa Yunani Zeus. Ini diadakan empat tahun sekali.


Olimpiade Kuno

Catatan tertulis pertama mengenai pertandingan Olimpiade Kuno berasal dari tahun 776 SM. Namun diyakini bahwa Olimpiade telah berlangsung selama bertahun-tahun pada saat itu. Legenda mengatakan bahwa Hercules (putra Zeus) dan Alcmene (wanita fana) yang menciptakan Olimpiade.

Olimpiade Kuno diadakan setiap empat tahun sekali, selama festival keagamaan untuk menghormati Zeus. Pertandingan ini dinamai berdasarkan lokasinya, yaitu Olympia. Ini merupakan situs suci yang terletak di dekat pantai barat Semenanjung Peloponnese, di sebelah Selatan Yunani.

Pengaruh Olimpiade kala itu sangat besar. Bahkan sejarahwan kuno mulai menggunakan istilah "Olimpiade" untuk tujuan penanggalan. Interval empat tahun antara edisi Pertandingan Kuno dinamai "Olimpiade", dan waktu dihitung dalam Olimpiade, bukan tahun.

Pada tahun 776 SM, tampaknya Olimpiade hanya mempertandingkan satu lomba, yaitu lomba lari, yang mencakup satu lintasan panjang di Olympia. Perlombaan-perlombaan lainnya kemudian ditambahkan selama beberapa dekade berikutnya.

Terdapat perlombaan lari yang dikenal sebagai stade, dengan panjang lintasan sekitar 192 meter. Kata stade ini mengacu pada trek tempat perlombaan diadakan. Kemudian pada 724 SM, ditambahkan pertandingan diaulos (mirip dengan lari 400 meter). Lalu empat tahun kemudian dimasukkan perlombaan dolichos (mirip lari jarak jauh 1.500 meter atau 5.000 meter). Gulat dan Pentathlon kemudian diperkenalkan pada 708 SM. Pentathlon sendiri terdiri dari lima cabang pertandingan, yaitu lompat jauh, lari kaki, lempar lembing, lempar cakram, dan gulat.

Pada abad awal kompetisi Olimpiade, semua pertandingan dilangsungkan dalam satu hari. Kemudian Pertandingan dibagi ke dalam empat hari, dengan hari kelima dikhususkan untuk upacara penutupan, penyerahan hadiah, serta perjamuan untuk para juara.


Penurunan Dan Kebangkitan Tradisi Olimpiade

Olimpiade sempat diberhentikan, kemudian dilanjutkan setelah Kekaisaran Romawi menaklukkan Yunani pada pertengahan abad ke-2 SM. Meski demikian, standar dan kualitasnya menurun. Kemudian pada tahun 393 M, Kaisar Theodosius I, melarang semua festival "kafir". Hal ini mengakhiri tradisi Olimpiade Kuno setelah hampir 12 abad.


Olimpiade Moderen

Olimpiade bangkit kembali berkat upaya Baron Pierre de Coubertin dari Prancis. Beliau terinspirasi untuk menciptakan kembali Olimpiade Moderen setelah mengunjungi situs Olimpiade Kuno. Pada pertemuan Union des Sports Athlétiques di Paris bulan November 1892, Ia lalu mengusulkan untuk menghidupkan kembali Olimpiade sebagai Kompetisi Atletik Internasional yang diadakan setiap empat tahun sekali.

Dua tahun kemudian, keluarlah persetujuan untuk mendirikan Komite Olimpiade Internasional (IOC), yang kemudian menjadi badan pengatur Pertandingan Olimpiade Moderen. Komite ini bertugas merencanakan dan mempersiapkan pertandingan Olimpiade yang pertama, yang diadakan di Athena, Yunani, pada tahun 1896.

Terinspirasi dari Olimpiade Kuno, Olimpiade pertama hanya menampilkan pesaing pria. Gagasan membuka kompetisi untuk wanita baru terwujud pada Olimpiade tahun 1900 di Paris. Pada pelaksaan Olimpiade Moderen pertama, ada 12 negara yang turut berpartisipasi, dengan 280 peserta berkompetisi dalam 43 pertandingan.

Saat ini, Olimpiade memiliki lebih dari 60 cabang olahraga pertandingan musim panas dan musim dingin. Jumlah ini masih dapat berubah. Beberapa olahraga telah ditambahkan dan dihapus selama bertahun-tahun, seiring dengan popularitas dan kemajuan teknologi.

Simbol resmi Olimpiade Moderen adalah lima cincin berwarna yang saling terkait. Ini mewakili benua Amerika Utara dan Selatan, Asia, Afrika, Eropa, dan Australia. Bendera Olimpiade berwarna putih dan menampilkan simbol ini di tengahnya. Bendera tersebut dikibarkan untuk pertama kalinya di Olimpiade Antwerp pada tahun 1920.


Ilustrasi Bendara Olimpiade
Pinterest.com

Obor Olimpiade

Obor Olimpiade atau Olympic Flame pertama kali diresmikan pada Olimpiade tahun 1928 di Amsterdam. Sebenarnya tidak ada estafet obor pada masa Olimpiade Kuno, namun ada estafet obor di festival atletik Yunani kuno lainnya. Mungkin ini diadaptasi dari sana.


Fakta Menarik Olimpiade

Tahukah kalian bahwa sebelum tahun 1992, merupakan tradisi untuk mengadakan Olimpiade dengan pertandingan musim dingin dan musim panas di tahun yang sama, dengan jeda waktu empat tahun di antaranya.

Selain itu, pelaksanaan Olimpiade juga pernah dibatalkan selama Perang Dunia I (1916) dan Perang Dunia II (1940 dan 1944), lalu pada tahun 2020 saat pandemi terjadi. Meski demikian, semua Olimpiade diberi nomor, bahkan ketika tidak ada pertandingan yang berlangsung.




Referensi :
https://olympics.com
https://www.britannica.com/Olympic-Games
https://www.history.com/olympic-games


8 Keju Yang Aman Dikonsumsi Meski Memiliki Intoleransi Laktosa

8 Keju Yang Aman Dikonsumsi Meski Memiliki Intoleransi Laktosa


Jika pada artikel sebelumnya kita sudah membahas tentang apa itu Intoleransi Laktosa, maka pada artikel kali ini kita akan membahas jenis-jenis keju yang aman dikonsumsi bagi mereka yang tidak toleran laktosa. Tentunya ini merupakan kabar baik bagi mereka, karena bukan berarti mereka tidak boleh mengkonsumsi keju sama sekali.

Ada beberapa jenis keju yang mengandung sedikit atau tidak ada laktosa. Pedoman umum yang perlu diingat adalah semakin segar keju, semakin tinggi kandungan laktosanya. Bisa dikatakan bahwa, keju keras yang sudah tua lebih rendah kadar laktosanya dibandingkan keju lunak dan segar.

Menurut ahli intoleransi laktosa Steve Carper, penulis Milk Is Not For Every Body: Living With Lactose Intolerance, ada 9 keju yang mengandung kurang dari 5 gram gula per sajian, dengan kandungan laktosa sekitar 2 hingga 3 persen. Diantara keju tersebut, ada 1 keju yang jarang kita dengar di Indonesia, yaitu keju Muenster. Ini merupakan keju semi-lunak dari Amerika Serikat. Sisanya akan kita bahas dalam artikel ini.


8 Keju Yang Aman Dikonsumsi Orang Dengan Intoleransi Laktosa


1. Camembert

Ilustrasi Pinterest.com

Camembert merupakan keju Prancis yang dibuat dari susu sapi yang kaya lemak. Teksturnya lembut dan bermentega, serta memiliki rasa yang ringan. Kulit putih pada keju ini dapat dimakan, dan teksturnya menjadi encer saat matang. Keju ini juga bisa dilelehkannya, dan dijadikan celupan untuk roti, sayur, dan buah.

Keju Camembert memiliki kisaran laktosa 0-1,8%. Jadi, tidak seperti sebagian besar keju lunak yang mengandung terlalu banyak laktosa, Camembert merupakan suatu pengecualian. Hal ini karena proses penuaannya, yang mengurangi jumlah laktosa di dalamnya. Ini menjadikannya aman untuk dikonsumsi bagi mereka yang memiliki intoleransi laktosa, tentunya dalam jumlah normal.


2. Cheddar

Keju yang berasal dari Inggris ini memiliki kisaran laktosa 0-2,1%. Keju Cheddar sangat serbaguna. Ini cocok dipadukan dengan makaroni atau dijadikan sebagai saus keju. Dapat dikatakan keju Cheddar merupakan bahan pokok dunia keju, karena digunakan dalam berbagai hidangan lezat yang tak terhitung jumlahnya.

Rasa keju Cheddar bervariasi dari yang ringan, hingga sangat tajam. Begitu pula dengan warnanya, dari putih pucat sampai jingga. Secara umum, semakin tajam keju Cheddar, semakin lama usianya, dan semakin kuat pula rasanya.


3. Brie

Brie adalah keju Prancis lunak lainnya, dan memiliki hubungan dekat dengan Camembert. Brie memiliki rasa dan penampilan yang sangat mirip dengan Camembert. Meski demikian, Brie memiliki kisaran laktosa yang sedikit lebih tinggi, yakni 0-2%. Ini menjadikannya juga aman untuk dikonsumsi oleh mereka dengan intoleransi laktosa.

Brie terbuat dari susu sapi dengan rasa yang lembut dan memiliki banyak kegunaan, diantaranya dipanggang dalam kue kering, dikonsumsi dengan irisan apel, atau dijadikan cheese platter. Brie biasanya dinikmati saat masih muda (usia 4 hingga 10 minggu).

Keju Brie memiliki sejarah yang cukup panjang, dan bahkan mendapat persetujuan dari keluarga kerajaan. Menurut Old Europe Cheese pada tahun 1815, Kongres Wina mengadakan kontes untuk "Keju Terbaik Di Dunia", dimana keju Brie menjadi pemenangnya. Ini membuat keju Brie mendapat gelar "Raja Keju".


4. Parmesan (Parmigiano Reggiano)


Ilustrasi Pinterest.com

Parmesan merupakan singkatan dari Parmigiano Reggiano, namun kita lebih sering menyebutnya Parmesan. Keju ini sering dipakai dalam spageti, pasta, lasagna dan pizza. Keju parmesan berasal dari Italia, dan yang asli harganya mahal. Parmesan memiliki kisaran laktosa yang bervariasi (0-3,2%), sesuai dengan proses pembuatan dan penuaannya.

Parmesan tergolong jenis keju keras, dan biasanya berumur cukup lama. Sebagian besar Parmesan yang ada di pasaran telah kehilangan banyak laktosa selama proses produksinya. Keju parmesan juga aman untuk dikonsumsi bagi mereka yang memiliki intoleransi laktosa.


5. Keju Swiss

Keju Swiss dikenal berwarna kuning pucat, dengan banyak lubang di dalamnya. Lubang ini tercipta selama proses produksi keju. Ini karena bakteri yang digunakan menghasilkan senyawa karbon dioksida, yang dalam jangka waktu lama, menciptakan gelembung dalam keju.

Keju Swiss memiliki tekstur yang kokoh, dan merupakan keju yang serbaguna. Keju ini biasa digunakan sebagai isian sandwich atau disajikan bersama ayam panggang. Keju ini memiliki kekerasan sedang, dengan kisaran laktosa 0-3,4%.


6. Gouda


Ilustrasi Pinterest.com

Gouda merupakan keju yang berasal dari Belanda. Ada 2 jenis keju Gouda yang bisa kita temui, yaitu Gouda biasa, dan Gouda yang diasapi dan sudah tua. Gouda biasa memilki tekstur kenyal, padat, dan kulitnya berlapis lilin. biasanya berwarna merah cerah, atau bahkan jingga atau kuning. Sementara versi tua memiliki kulit berwarna hitam.

Kandungan laktosa dalam Gouda sekitar 0-2,2%. Gouda dapat dibuat dari susu sapi, kambing, atau domba yang dipasteurisasi atau tidak dipasteurisasi. Jenis paling umum dijual di Supermarket terbuat dari susu sapi yang dipasteurisasi. Gouda bisa sedikit manis, dan karenanya cocok untuk dipanggang, atau dijadikan bagian dari cheese platter.


7. Blue cheese


Ilustrasi Pinterest.com

Keju Blue dikenal luas karena rasanya yang sangat kuat. Ini sebagian besar disebabkan oleh garis-garis biru atau hijau yang tersebar di seluruh bagian tubuhnya. Keju Blue tergolong keju asin yang cocok digunakan untuk salad dan biji-bijian, atau dapat juga digunakan untuk membuat saus keju celup.

Sebagian besar jenis keju Blue sangat rendah laktosa, dengan kisaran laktosa 0-2,5%. Karena keju Blue memiliki banyak sekali kombinasi rasa, ini menjadikannya keju serbaguna bagi mereka dengan intoleransi laktosa.


8. Provolone


Ilustrasi Pinterest.com

Keju provolone memiliki kisaran laktosa 0-2,1%. Ini juga tergolong keju yang aman untuk dikonsumsi oleh orang yang tidak toleran terhadap laktosa. Keju provolone biasa digunakan dalam sandwich, casserole, dan pizza.



Jadi, apa yang harus diperhatikan saat membeli keju? Karena laktosa merupakan gula susu, kita bisa memperhatikan jumlah gula total yang tertera dalam kemasan. Jika jumlahnya 1 gram atau kurang, maka berarti keju tersebut memiliki cukup rendah atau tidak ada laktosa. Itu artinya cocok untuk mereka yang memiliki intoleransi laktosa.

Ada juga penelitian yang menunjukkan bahwa kebanyakan orang dengan intoleransi laktosa dapat mentolerir hingga 12 gram laktosa, atau setara dengan 250 mL susu tanpa gangguan pencernaan. Bahkan dosis yang lebih besar dapat ditoleransi, apabila dikonsumsi dengan makanan lain atau dibagi dalam beberapa porsi kecil sepanjang hari.



Referensi :
https://www.realsimple.com/cheese-can-eat-lactose-intolerant
https://www.tastingtable.com/types-of-cheese-that-are-safe-for-lactose-intolerance/


Apa Itu Intoleransi Laktosa ?

Apa Itu Intoleransi Laktosa ?


Pernahkan kalian mendengar istilah Intoleransi Laktosa? Apa sih artinya? Jadi, Intoleransi laktosa itu adalah suatu kondisi dimana tubuh tidak mampu memecah atau mencerna laktosa. Laktosa sendiri merupakan jenis gula utama yang yang ditemukan dalam susu dan produk yang terbuat susu, seperti yogurt, es krim, keju, mentega.


Ilustrasi dairy product
pinterest.com

Apa Gejala Intoleransi Laktosa ?

Gejala intoleransi laktosa yang umum diantaranya adalah perut kembung, buang angin, sakit perut dan kram, mual, dan diare. Gejala tersebut biasanya muncul 30 menit hingga beberapa jam setelah mengkonsumsi produk yang mengandung laktosa.


Apakah Intoleransi Laktosa Merupakan Alergi ?

Intoleransi laktosa biasa disebut juga sebagai intoleransi susu, namun ini berbeda dengan alergi susu. Alergi susu merupakan reaksi dari sistem kekebalan tubuh terhadap susu atau produk susu, yang bisa berakibat serius. Bahkan sejumlah kecil protein dapat menyebabkan reaksi besar jika menderita alergi, dan biasanya terjadi segera setelah menelan susu.

Reaksi alergi susu dapat menimbulkan gejala di seluruh tubuh seperti ruam, kulit gatal, bibir bengkak, hingga kesulitan bernapas. Penderita mungkin juga mengalami sakit perut, mual dan muntah, pada saat awal proses pencernaan (saat protein masih ada di perut). Reaksi alergi ini bisa bersifat langsung, parah dan, dalam beberapa kasus, mengancam jiwa, karenanya butuh penanganan medis yang tepat.


Apa Penyebab Intoleransi Laktosa ?

Intoleransi laktosa dapat terjadi apabila tubuh tidak menghasilkan cukup enzim laktase yang berfungsi memecah laktosa. Enzim laktase ini diproduksi oleh sel-sel di lapisan usus kecil. Usus kecil merupakan tempat sebagian besar nutrisi dari makanan diserap. Jadi, usus kecil memecah nutrisi menjadi molekul yang lebih kecil yang dapat melewati dinding usus ke aliran darah.

Segala sesuatu yang tidak terserap di usus kecil akan masuk ke usus besar. Kekurangan enzim laktase kemudian mengakibatkan laktosa yang tidak terproses bergerak ke usus besar, dimana ia dicerna oleh bakteri menggunakan enzimnya sendiri. Gas yang tercipta dari proses inilah yang menimbulkan gejala buang angin, kembung, dan diare.


Jenis-Jenis Intoleransi Laktosa

Kebanyakan orang terlahir dengan kemampuan untuk memecah laktosa, namun ada berbagai faktor yang meningkatkan risiko terjadinya intoleransi laktosa di kemudian hari. Ada 3 jenis intoleransi laktosa yang disebabkan oleh faktor yang berbeda, yaitu.


Intoleransi Laktosa Primer

Ini merupakan tipe yang paling umum. Umumnya, bayi lahir dengan kemampuan memproduksi laktase untuk mendapatkan semua nutrisi yang diperlukan dari susu. Saat susu diganti dengan makanan lain, biasanya jumlah laktase yang dihasilkan tubuh menurun, namun tetap cukup untuk mencerna jumlah susu dalam pola makan orang dewasa.

Pada kasus intoleransi laktosa primer, produksi laktase menurun tajam saat dewasa, sehingga membuat produk susu sulit dicerna. Kecenderungan ini paling umum terjadi pada orang keturunan Asia, Afrika, Amerika Selatan, Eropa Selatan, dan Aborigin Australia.


Intoleransi Laktosa Sekunder

Kondisi ini terjadi ketika usus kecil menurunkan produksi laktase setelah sakit, cedera, atau operasi yang melibatkan usus kecil. Penyakit yang terkait dengan intoleransi laktosa sekunder meliputi infeksi usus, gastroenteritis, penyakit Celiac, pertumbuhan bakteri yang berlebihan, dan penyakit Crohn. Dengan melakukan pengobatan yang tepat, adalah mungkin untuk mengembalikan kadar laktase, meski memakan waktu.


Intoleransi Laktosa Bawaan

Kasus intoleransi laktosa bawaan terjadi ketika bayi dilahirkan dengan intoleransi laktosa, namun ini jarang terjadi. Kondisi ini diwariskan dari generasi ke generasi, dalam pola pewarisan yang disebut resesif autosomal (artinya ibu dan ayah harus mewariskan varian gen yang sama agar seorang anak terpengaruh).


Makanan Apa Yang Memicu Gejala Intoleransi Laktosa ?

Laktosa terdapat dalam sebagian besar produk susu, kecuali yang sudah dihilangkan. Jumlahnya pun bervariasi, ada beberapa jenis yang lebih banyak daripada yang lain. Misalnya, susu segar dan krim lebih tinggi kandungan laktosanya, sedangkan keju keras lebih sedikit.


Tes Intoleransi Laktosa

Proses diagnosis intoleransi laktosa biasanya dilakukan melalui uji coba, dimana pasien dianjurkan untuk menghindari laktosa selama beberapa minggu. Apabila gejalanya membaik, namun ketika mengkonsumsi kembali laktosa gejalanya kembali, maka kemungkian besar pasien mengalami intoleransi laktosa.

Tes sederhana lainnya adalah membandingkan apakah tubuh dapat mentolerir susu bebas laktosa, tetapi bukan susu biasa. Terkadang dilakukan juga tes lain seperti tes napas dan tes glukosa darah, untuk melihat apakah tubuh memproduksi laktase yang cukup.

Adapula tes keasaman tinja. Tes ini digunakan untuk bayi dan anak kecil, dimana dilakukan pemeriksaan kadar asam dalam tinja. Jika seseorang tidak mencerna laktosa, fesesnya akan mengandung asam laktat, glukosa, dan asam lemak lainnya.

Kadang-kadang, pasien dengan gejala parah dimana diagnosisnya tidak jelas, akan menjalani biopsi usus kecil. Dalam hal ini, dilakukan endoskopi untuk mengambil sampel dinding usus. Namun, ini merupakan tes invasif, dan tidak umum digunakan.


Bagaimana Pengobatan Intoleransi Laktosa

Pengobatan utama yang bisa dilakukan bagi penderita intoleransi laktosa adalah dengan mengurangi jumlah laktosa dalam makanan yang dikonsumsi. Kebanyakan orang dengan intoleransi laktosa tidak perlu menghilangkan makanan susu seutuhnya dari diet mereka.

Banyak dari produk susu tidak mengandung laktosa dalam jumlah besar, dan merupakan sumber kalsium yang baik bagi tubuh. Contohnya saja, sebagian besar keju hampir tidak mengandung laktosa sehingga dapat ditoleransi dengan baik. Yogurt juga umumnya dapat dicerna dengan baik, karena mengandung bakteri yang memfermentasi laktosa.

Intoleransi laktosa dapat bersifat sementara, sehingga dimungkinkan untuk secara bertahap memperkenalkan kembali susu dan produk susu secara berkala, dari waktu ke waktu.


Tips Untuk Menghindari Konsumsi Laktosa

Kebanyakan orang dengan intoleransi laktosa dapat mentolerir setengah hingga satu gelas susu setiap hari. Namun, ada cara untuk mengurangi kemungkinan terjadinya gejala, yaitu dengan mengatur pola konsumsi makanan olahan susu, misalnya.

♦ Minumlah susu dengan makanan lain, dan jangan minum susu dalam keadaan perut kosong.
♦ Jangan minum susu sekaligus, tapi bagilah ke dalam beberapa porsi kecil secara berkala sepanjang hari.
♦ Pilih susu lemak biasa, karena kandungan laktosanya lebih sedikit daripada susu rendah lemak atau susu skim. Jika bisa menemukan susu bebas laktosa atau rendah laktosa lebih bagus lagi, karena memiliki kandungan enzim laktase yang ditambahkan ke dalamnya.
♦ Pilih yogurt atau keju rendah laktosa, karena sering lebih baik ditoleransi daripada susu. 


Selain hal-hal di atas, waspadai pula laktosa dalam makanan olahan seperti biskuit, kue, roti, sereal, krim keju, dan custard. Periksalah label makanan, dan hindari istilah-istilah yang mungkin berarti makanan tersebut mengandung laktosa, seperti padatan susu, mentega, keju, krim, whey.

Dengan kata lain, cobalah berbagai produk olahan susu untuk melihat mana yang menyebabkan lebih sedikit gejala. Dengan begitu tubuh tetap bisa mendapatkan asupan kalsium yang cukup, serta nutrisi penting lainnya.



Referensi:
https://www.healthdirect.gov.au/lactose-intolerance
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/lactose-intolerance/symptoms-causes/syc-20374232


ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia

Broker Kripto

Tempo Doeloe

Olahan Makanan

Ulasan Film

Keimanan dan Keyakinan

Top Bisnis Online

Tips dan Trik